#OhayouJapan Day 5 – Bring Back the Good Old Days

Once in a lifetime, I want to make a story that will remain forever in everybody’s heart.

Fujiko F Fujio

and yes. He finally did.

Teruntuk saya, dan ribuan anak kecil lain yang menikmati karyanya (terutama serial Doraemon), I just wanna say thank you sir!

May 23rd, 2014

SONY DSC

Continue reading

25

Dulu waktu saya berulang tahun ke-20, disaat banyak orang bilang “wah sudah tua, sudah kepala 2“, saya terus meyakinkan diri bahwa “20 tahun itu belum tua, yang tua itu 25“.

Sekarang, disaat saya berumur 25 tahun, disaat banyak orang bilang “wah 25, udah 1/4 abad, udah tua saya bakal meyakinkan diri bahwa “25 tahun itu belum tua, yang tua itu kalau udah kepala 3

Begitu aja deh seterusnya ;p

Terinspirasi dari tulisan Putri Avicenna tentang 25 things on her bucket list, saya juga mau berbagi 25 things on my bucket list.

Here we go~

Continue reading

#OhayouJapan Day 4 – Spring I Love You Best!

May 22nd, 2014

Siapa sih yang ngga mau melihat sakura di Jepang secara langsung?

Piknik sambil makan siang, ngobrol sana-sini sambil duduk santai di bawah pohon sakura yang bermekaran.

Saya mau banget >.<

Apa daya ya harga tiket yang mahal di waktu sakura blooming sehingga harus bergeser liburan ke pertengahan bulan Mei.

Tetapi siapa bilang saya ngga bisa lihat sakura?

Apalagi sekalian mengunjungi destinasi wajib ketika berada di Jepang ;p

Continue reading

#OhayouJapan Day 2 & 3 – Magical Osaka

Meninggalkan Kyoto dengan berat hati karena belum kesampaian menginjakan kaki di Kiyomizudera Temple.

Meleset dari perkiraan (dan tentunya itinerary) sebelumnya hingga akhirnya harus memupus harapan mengunjungi temple yang saya taruh di itinerary pertama karena dikalahkan Kinkakuji.

Well, ngga boleh egois juga sih, secara pergi bareng-bareng, jadi ketika partner yang lain lebih memilih Kinkakuji, it’s ok (dan ngga nyesel juga kesana)

Sooo, say HELLO OSAKA!

Continue reading

#OhayouJapan Day 1 & 2 – Kyoto, I’m In Love

Yak, akhirnya jadi juga cerita petualangan hari pertama (setelah sebulan nongkrong di draft ngga jadi jadi)

May 19th, 2014

Setelah malam sebelumnya menginap di bandara, esok paginya kita langsung cuus ke rumah saudaranya teman kantor di kawasan Higashi-Koganei, Tokyo untuk menitipkan koper.

Titip koper? Yes.

Di hari pertama hingga hari ketiga niatnya kita ke Kyoto, Osaka, dan Hiroshima. Daripada geret-geret koper kan ya pindah-pindah hostel jadi memutuskan untuk menitipkan koper dan bermodal ransel dan tas tenteng (yang ternyata sama aja beratnya).

Berhubung penukaran JR Pass di airport siang, jadi saya hanya membeli SUICA card -kartu sakti yang bisa kita pakai untuk transportasi kereta, bis, vending machine, bahkan beli makanan di 7/11- untuk perjalanan sebelum ke luar Tokyo.

Kita sudah mempersiapkan diri dengan info yang beredar soal stasiun-stasiun di Jepang.

  1. Rush Hour di stasiun juara ramainya
  2. Pintu keluar stasiunnya rata-rata lebih dari 1

Intinya, sebelum Lost in Translation, jangan sampai Lost in Station duluan.

Continue reading

#OhayouJapan – JR PASS

Seperti janji saya di postingan lalu, saya mau membahas soal JR Pass.

Dibaca dulu ya link berikut ini tentang JR Pass :)

SONY DSC

My JR Pass

Intinya, JR Pass itu kartu transportasi yang hanya bisa dibeli di luar Jepang (baca : turis) yang bisa bebas kalian gunakan untuk shinkansen, kereta, bahkan ferry yang berada di bawah naungan JR. Masa berlakunya ada yang 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Selengkapnya tetap baca link diatas ya ;p

Pertanyaan pertama yang banyak ditanyain calon wisatawan ke Jepang itu,

Perlu ga sih beli JR Pass?

Worth it ngga sih untuk transportasi aja menghabiskan sekitar 3 jutaan?

Continue reading

#OhayouJapan Day-0 – Menginap di Bandara

May 18th, 2014

D-Day is coming!

Setelah subuh langsung berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dengan langkah gembira. Membayangkan bahwa kurang dari 24 jam saya bakal berada di Destinasi Impian, Jepang. YEAAAY!!!

Pesawat berangkat pukul 08.30, 2 jam perjalanan menuju KL, Malaysia, transit sekitar 3 jam kemudian melanjutkan perjalanan menuju Haneda Int. Airport, Tokyo.

Alhamdulillah-nya, sejak 9 Mei 2014 bandara untuk low cost airlines (Air Asia salah satunya) tidak lagi mendarat di LCCT, KL, tetapi di KLIA 2. Huwooo akhirnya ngga dianggap kargo lagi :)) tahu sendiri kan LCCT bandaranya kurang bersahabat.

KLIA 2

gambar diambil dari sini

Continue reading