Hello Pari!

Dari dulu, saya kalau diajakin nyebrang ke Kepulauan Seribu selalu nolak.

Ikut nge-trip ke Pulau ini yuk, murah cuma sekian rupiah.

Ngga ah

Kenapa?

Takut nyebrang pake perahunya :|

Tetapi minggu lalu, saya langsung meng-IYA-kan ajakan teman yang ngajak ke Pulau Pari.

Bukan, bukan karena gratis, tetapi lebih ke arah PLEASE-GUE-GA-MAU-DI-RUMAH-PAS-LONG-WEEKEND!

Secara ibu juga lagi reunian sama teman SMA di pulau sebelah, males juga kan ya liburan di rumah doang.

Saya dan 2 teman saya memutuskan untuk ga pulang ke rumah pas hari Jumat dan memilih untuk menginap di hotel dekat kantor. Soalnya sabtu pagi jam 6 kita sudah diminta berkumpul di Muara Angke. Daripada telat berangkat dari rumah, fixed lah tuh berangkat dari area kantor.

Jam setengah 6 pagi berangkat menggunakan taksi, daaaaan cobaan nomor 1 datang.

Dapat taksi yang supirnya bawel setengah mati.

-__________-

Saya kurang terlalu suka supir taksi bawel, mending ocehannya enak didengar. Ini yang ada saya malah diceramahin kenapa baru berangkat setengah 6 dan blaaah blaaah blaaahnya yang malas saya bahas disini.

Sesampainya di Muara Angke dan pasukan mulai berkumpul (FYI, pasukannya terdiri dari 2 ibu-ibu, 5 muda-mudi yang belum nikah *gue termasuk geng ini* dan 5 bocah. Iya, bocah) cobaan kedua-pun muncul.

Jeng..jeng.. jalanan menuju dermaga terputus karena jalanan tergenang.

Bukan air biasa lho, baunya menyengat, belum tentu hilang hanya dengan mencuci kaki dengan air keran.

Jalan tergenang menuju dermaga Muara Angke

gambar diambil dari sini

Saya kasih tips ya untuk siapapun pemula yang mau menuju Kepulauan Seribu dari Dermaga Muara Angke, agar jangan terkaget-kaget seperti saya waktu itu.

  1. Jangan sekali-kali pake sendal jepit apalagi sepatu bagus! Berjalan di jalanan becek dengan sendal jepit malah membuat cipratan ke celana atau kaki kalian. Lebih baik memakai sandal/sepatu plastik ala cro*s gitu.
  2. Jangan memakai celana panjang!  Kalau kalian ga berjilbab, lebih baik memakai celana selutut biar cipratan genangan  ga mengotori celana (kalau kalian lupa tips nomor 1)
  3. Pakai masker! serius!
  4. Jangan jalan kaki! Naik  Odong-Odong (macam sepeda motor yang dibelakangnya dimodifikasi agar bisa mengangkut banyak penumpang) jauh lebih baik, dan kalian boleh lupakan tips nomor 1 dan 2.

Saya baru pertama kali kesana, dan salah banget saya ga menuruti tips nomor 1, nomor 2, nomor 3, apalagi nomor 4.

Karena saat itu macet, kami memutuskan untuk ga naik odong-odong dan memilih jalan kaki. Daaaan, demi melindungi kaki melewati genangan, lewatlah saya ke dalam pasar pelelangan ikan :|

Perjalanan memakan waktu 2 jam. Persis 2 jam.

Karena telat memasuki kapal, jadi tidak mendapat tempat duduk yang agak nyaman. Ga ada senderan, posisi duduk di tengah jalan dan bolak balik dilalui orang, tidak bisa melihat pemandangan laut selama perjalanan.

Setelah sampai, menaruh barang di penginapan, makan siang, dan bersiap menuju agenda selanjutnya.

Snorkeling!!

Here we go

Pertama kalinya mencoba snorkeling, ternyata hasilnya di luar ekspektasi saya.

I’m excited (cause it’s my 1st time) but i didn’t get “that feel”

Ternyata-gue-masih-aja-takut-nyemplung-ke laut walaupun make pelampung T_T

Ada beberapa hal yang setidaknya kalian (untuk pemula dan yang ga bisa berenang terutama) perhatikan sebelum snorkeling agar ga berakhir seperti saya.

  1. Pastikan pelampung yang kalian pakai pas di badan kalian. Jangan kesempitan, apalagi kegedean (like me T_T). Pelampung yang agak kebesaran akan membuat badan kalian mengapung tidak normal. Maksudnya? yaaa pokoknya ga enak deh
  2. Kencangkan masker kalian (itu foto masker di atas, buat mata), jangan asal pakai. Bakal ganggu ketika kalian nyemplung ke laut, masker sering melorot karena lupa dikencangkan
  3. Don’t Panic! nervous wajar tapi panik jangan. Banyak orang yang panik, merasa tidak bisa bernapas melalui alat dan akhirnya alat terlepas, ujung-ujungnya nelen air laut (teman saya salah satunya).
  4. Gandengan tangan. Truk aja gandengan masa kalian ngga.  Gandengan sama teman kalian atau ngga pilih guide ganteng yang mau bantu kalian #eh. Setidaknya meminimalisir ketakutan kalau kalian tiba-tiba panik dan ga jalan-jalan *serius, udah gerakin kaki tapi ga maju-maju karena ngelawan arus*
jangan lepas tangan gue.. jangan lepas tangan gueeee.. *takut ditinggal*

jangan lepas tangan gue.. jangan lepas tangan gueeee.. *takut ditinggal*

Penjelasan lebih lengkap soal teknisnya bisa kalian lihat di sini.

DSCF0037

DSCF0038

At the end, I didn’t really enjoy snorkeling, but I enjoy taking the silly photos during the trip.

Like this

Say Cheeseee

See you from the window :)

or like this

agak nge-blur saking ga kuat nahan ketawa, sang modelnya ga sadar :))

agak nge-blur saking ga kuat nahan ketawa, sang modelnya ga sadar :))

The sun goes down~~

We tried to catch the sunset view but unfortunately we only saw it for a while. Padahal nge-gowes sepedanya udah ngebut setengah mati. Entah telat atau memang saat itu awannya lagi sibuk menutupi matahari.

Late Sunset

Late Sunset

chasing the sunset

It’s OK lah ya ga dapat view pas sunset, niat mau foto-foto saat sunset malah berakhir seperti ini.

selfie madnesssss!

Thanks to Farhan's long arm ;p

Thanks to Farhan’s long arm ;p

Lanjut ke agenda malam hari, si travel guide mengajak kami ke pantai perawan.

Virgin beach kalau kata papan iklanya #aheeey

Bilangnya barbeque-an, tetapi realitanya cuma disuguhi ikan bakar dan cumi bakar :))

Mau lihat pantai juga gelap, laut dan pasir ga keliatan.

Yasudahlah yaa, ngeliatin bocah-bocah ini yang sibuk makan di pinggir pantai cuma ditemani lampu handphone aja cukup :))

Esok paginya, niatnya mau melihat sunrise, apa daya ya telat keluar guest house, jadinya cuma menikmati pagi semilir angin sepoi-sepoi.

and honestly, it was one of my favorite moment.

Di Jakarta, lebih tepatnya di kantor, saya ga punya tempat yang sesuai ketika saya lagi pengen sendiri.

Ngga ada tempat pelarian lebih tepatnya.

Tetapi di sana, jalan sendirian di tepi pantai atau sekedar duduk di dermaga memperhatikan sekitar bagi saya itu sudah cukup.

Banyak pikiran berseliweran tetapi tempat yang pas membuat semuanya jadi enak aja.

Meminimalkan stress ;p

 

IMG_20140330_083423

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Time to go home~

Bilangnya kapal jalan jam 10, sudah duduk manis di kapal, cari senderan, eh kapalnya baru jalan jam 12 *tepok jidat*

Saran terpenting, bawa kipas! *panas boo*, bawa cemal cemil makan minum buat ngebunuh waktu, dan tentunya ngeganjel perut.

Jam 12 kapalpun berjalan dan.. selamat tinggal Pulau Pari!

Dari 1000 pulau setidaknya mampir satulah ya :D

and welcome back to Jakarta :)

 

p.s. baru pertama kali nulis pengalaman hasil jalan-jalan, butuh waktu dua minggu aja gitu ;p

24

Bersyukur memang tidak cukup dilakukan setahun sekali.

Harusnya setiap hari.

Karena setiap hari diberi kenikmatan sama Tuhan.

Tetapi izinkan saya yaa untuk hari ini bersyukur 100 x lipat dari biasanya, bukan hanya di dalam doa, tetapi di blog sendiri ;p

Bersyukur atas berubahnya job desc di kantor yang menuntun saya mengalami banyak perubahan.

Perubahan Atasan, perubahan partner kerja, perubahan jam pulang kantor dan perubahan lingkungan kerja.

Tetapi apa yang saya dapatkan atas itu? Nikmat yang tak putus-putusnya dari Tuhan!

Diberikan Atasan yang super duper baik (My BIBO!), diberikan partner kerja yang super ngeselin tetapi sanggup membuat tawa setiap hari, dikembalikan ke lingkungan kerja yang seharusnya, kondusif dan menyenangkan.

dan perubahan jam pulang kantor tersebut, aah ya sudahlah. Harga yang harus dibayar mungkin itu maksudnya ;p

Bersyukur masih diizinkan bermain dengan teman-teman yang menyenangkan, bertemu dengan banyak orang baru tak terduga, dan bertemu (kembali) dengan teman lama yang selalu meningkatkan perasaan senang 2 kali lipat.

Bersyukur masih mempunyai 2 orang tua lengkap yang masih sibuk ngomel kalau saya telat makan ataupun belum pulang kantor di jam yang seharusnya dan 1 orang adik yang walaupun sering ngeselin tetapi yaa akhir akhir ini berkurang sih ya ngeselinnya, hahaha.

Bersyukur masih punya keluarga.

Tau ga syukur atas apa yang paling penting?

Bersyukur masih diberi kehidupan dan kesehatan selama 24 tahun terakhir.

Alhamdulillah!

Tiup lilin dulu *fuuuhh*
cr as tagged

**************

Saya ga ngerti ada aja orang-orang yang ga suka kalau satu following-nya di timeline bilang “Alhamdulillah” laah atas rezeki yang dia dapat. Bilang kalau kata Alhamdulillah itu menebeng perasaan “ingin pamer” ke follower-nya.

Lhoo? sejak kapan Alhamdulillah diidentikan dengan hasrat ingin pamer?

Mari Makan~

Akhir-akhir ini saya jadi sering bacain blog teman-teman blogger yang dulu.

Ga banyak yang sering update blog, tetapi ada beberapa yang mulai rajin lagi untuk menulis di blog.

Terus sekarang jadi pengen juga buat rajin lagi dan memutuskan untuk ga hiatus kelamaan dari blog sendiri.

Dari siang tadi sudah ke-klik new-post, sudah ada draft di kepala mau cerita sesuatu yang simple.

Cuma pengen cerita di siang-terik-panas-yang-kata-teman-di-timeline-suhunya-mencapai-35 derajat Celcius, asik aja makan es krim! haha.

Sumpah ga boong, asik aja duduk nangkring dekat pintu sambil ngeliatin orang lalu lalang kepanasan trus kita yang di dalam makan es krim. Belum lagi beberapa hari lalu baru nyobain nikmatnya es krim walls buavita yang ada yogurtnya dengan rasa pisang itu. Asli, enak banget cuuy *bukan iklan berbayar*

tagline-nya ga boong tuh ;p

gambarnya diambil dari sini

Tetapi apa daya, setelah klik new post, buyar, bubar, isinya tetap kosong sampai siang pun berlalu menjadi malam. Ga lucu aja pengen pamer makan es krim siang-siang tetapi udah keburu abis siangnya.

Terus saya malah lancar mengetik di malam hari ini ingin berbagi apa?

Ngga sih, cuma pengen pamer.

Makan secara nikmat itu ga perlu pergi ke restoran mewah terus pesan makanan paling mahal dan paling enak *kalau gratisan sih pasti nikmat*

Cukup makan nasi putih panas plus ikan bakar buatan ibu plus sambal kecap trus makannya pake tangan, uuggghhh sumpah enaknya kebangetan!

Udah syl pengen cerita itu doang?

Iya, kan udah malam.

Jadi cerita pengen pamer makan es krim saya ganti pamer makan malam dengan ikan bakar tadi.

HUEHUEHUHE…

*lanjut makan es krim ah~~*

Ciaaoo 2012!

Ditanya..

tahun 2012 ini moment berkesan lo apa?

Saya jawabnya mikir.. mikir lagi.. lalu menjawab

perasaan ga ada deh

————————————————————————————

2009 – Jadi auditor + lulus kuliah D3

2010 – Sah jadi pekerja anak buahnya Pak Foke

2011 – Pra Jabatan bergabung dengan angkatan #187

2012 – Ngga ada deh. Perasaan ga ada, kayaknya sih beneran ga ada *makanya ga perlu cerita di blog, tadinya*

Lalu tiba-tiba dapat mention di twitter

Klo mau kasih award di thn 2012 gw mau kasih buat si @presyln sebagai teman seperjuangan di tahun ini

Mikir lagi kan tuh. Teman seperjuangan? seperjuangan ngapain?

Dan baru inget aja gitu kalau ternyata teman saya si @penicenora itu teman seperjuangan saya buat skripsi, teman seperjuangan belajar kompre, teman seperjuangan sidang, TAHUN INI, TAHUN 2012.

HAHAHAHA! Sumpah saya lupa banget kalau saya lulus jadi sarjana tahun ini =))

Yaudah deh, langsung kan tuh buka blog, update cerita baru, minimal laporan ke diary publik bahwa moment berkesan saya ini loooh… lulus jadi sarjana dan lulus jadi PNS 100%.

Eh, sebentar lagi tahun 2013 ya?

Saya ga sempat buat resolusi macam-macam.

Takut aja banyakan tanda silang di list daripada tanda centang nya ;p

Yaa walaupun target di 2013 pasti ada.

Selamat tahun baru yaaa! bagi kalian yang tinggal di zona waktu WIT dan WITA ;p

Presyl, yang lagi ngetik sendirian di kamar, pukul 23.23 WIB

Kapan Nyusul?

Jadi ceritanya 3 hari berturut-turut dari hari Jumat, Sabtu, hingga hari ini, saya menghadiri pernikahan anaknya teman kantor, teman kantor, hingga teman pra-jabatan tahun kemarin.

Dan weekend kemarin, dan weekend kemarinnya lagi saya juga ga absen menghadiri pernikahan teman kantor.

Woow banget menurut saya sih. HAHAHAHAHA #ketawamiris

Tau kan pertanyaan nyebelin yang selalu muncul kalau lagi hadir di pernikahan seseorang, ada aja satu dua orang yang nanya

KAPAN nyusul?

-__________-

Belum lagi kemarin sahabat saya dan pasangannya tiba-tiba mengumumkan tanggal pernikahannya secara resmi kepada kami sahabat terdekatnya.

Teman pulang-pergi kuliah bareng 3 tahun, teman belajar, teman ngelayap kesana kesini tiba-tiba bilang mau nikah?!

DAAANNGG!

Ga bikin galau sih, cuma bikin mikir.

Mungkin ini kali ya rasanya berada di umur twenty something yang lagi sok sibuknya dapat undangan pernikahan sana-sini. Ditanyain orang mulu kapan nikah, ditanyain mulu kapan nyusul teman-temannya yang lain.

Alhamdulillahnya masih belum sampai ke taraf didesak orang tua untuk menikah secepatnya, secara umur masih mudalah yauu.. under 25 y.o.

Tetapi ujung-ujungnya tetap mikir sih, enaknya nikah umur berapa ya? #eaaa belagu ajee..

Kalian juga ikutan mikir gih, kalian mau menikah umur berapa? ;p