*update*
Sekitar akhir bulan Mei kemarin, teman saya mengajak saya untuk menonton peluncuran album temannya. Dia bilang saat itu, walaupun band baru tetapi lagu mereka bagus-bagus. Sebenarnya si saya mau-mau aja, secara tiketnya hanya Rp 20.000. Tetapi karena saat itu saya lagi dag-dig-dug nungguin jadwal kompre, maka saya tolak. Eh ternyata, setelah sebulan dua bulan kemudian, saya mendengar lagu-lagu yang diputar di mobil teman saya yang menurut saya saat itu keren. Baik secara musik maupun segi vokal. Musiknya langsung mengingatkan saya pada Kings of Convenience dan suara vokalisnya mirip-mirip suaranya John Mayer (dan ga cuma saya saja yang berpendapat demikian). Dan saya baru tahu, bahwa yang menyanyikan lagu-lagu tersebut adalah band indie yang peluncuran albumnya saya tidak datang.
Lalu mereka itu siapa??
The Trees and The Wild!!
Band tersebut beranggotakan 3 orang, yang terdiri dari :
Andra B. Kurniawan (gitaris)
Iga Massardi (gitaris/bassis)
Remedy Waloni (vokalis & gitaris)
Saya tidak tahu banyak tentang ketiga orang itu si, yang saya tahu, musik mereka easy listening banget. Walaupun terkadang saya ga bisa ikutan nyanyi karena tidak hafal lirik. Cari lirik di internet ga dapat-dapat, dengar manual kadang benar kadang salah mendengarkan lirik berbahasa Inggris yang mereka nyanyikan. Entah telinga saya yang bener-bener kelewatan untuk ga bisa mencerna lirik, atau suara vokalisnya yang agak mendesah gitu sehingga seperti suara mendem, tetapi terdengar keren. *membela diri, saya pilih pernyataan terakhir*
Lagu band ini sepertinya dari akhir tahun 2008 sudah masuk ke playlist di radio-radio, tetapi setelah mereka meluncurkan albumnya yang berjudul “Rasuk“, mereka semakin dikenal khayalak, termasuk saya. Ngomongin soal album Rasuk, ada 11 lagu di album ini. Saya suka hampir keseluruhan lagunya. Tetapi saya paling suka lagu The Noble Savage dan Irish Girl. Coba dengerin deh kedua lagu itu, musiknya menyenangkan banget dan suara vokalisnya makin menambah daya tarik. Kalau di irish girl, makin mendekati akhir musiknya makin keren, makin up beat, karena dimeriahin sama permainan perkusi. Kalau yang the noble savage juga gitu. Musiknya beda aja, terutama permainan gitarnya. Wuidiiihhh… saya aja yang ga terlalu tertarik permainan gitar mengakui bahwa itu keren banget (terutama di akhir lagu). Untuk lagu yang agak mellow, saya suka sama lagu Malino. Lagu ini berbahasa Indonesia, agak bikin ngantuk si, tetapi justru itu saya suka dengerin lagunya menjelang tidur ;p
Saya ingin banget nonton performance mereka secara live, karena katanya suara di album dengan suara asli sama bagusnya *ga pake lipsinc*. Tetapi hingga akhir tahun ini sang vokalis lagi mengikut short course di luar negeri sehingga sampai akhir tahun nanti saya tidak bisa melihat mereka. Kalau kalian denger lagu-lagu mereka, terus jadi ikutan suka, trus pengen nonton pertunjukan mereka juga, ajak-ajak saya ya.. saya mau ikut.. hehe *kalau di Jakarta pastinya*
**update**
Saya baru saja menemukan lirik lagu-lagu mereka! liat di fanpage facebook mereka ada salah satu fans yang kasih link lirik lagu mereka. Wah.. senangnya saya bisa menyanyi dengan benar sekarang. Cek di sini..
Saya adalah Saya
October 28, 2009 by presy__L
Comment dari Anggie tersebut pernah saya sampaikan ke teman saya. Saya bilang sama dia, bahwa sebenarnya kepribadian kita bisa dilihat dari tulisan yang kita posting di blog. Eh, teman saya malah bilang seperti ini :
Dia bicara dan tertawa keras disaat semua penumpang di bis lagi pada diam. *Oh oke, anggap saja tidak ada orang yang dengar.*
Ada lagi satu orang teman saya yang bilang seperti ini :
Masa si?
Menurut saya, saya sama sekali tidak berusaha untuk tampil kaku atau mencoba sok dewasa dalam kalimat. Ya apa yang saya tulis, itu yang ada di kepala saya. Sama saja sewaktu ingin menuliskan status di plurk atau twitter. Bedanya, di blog lebih panjang dan saya tidak menggunakan kata “gw“. Oh, apa kata “saya” itu selalu menandakan sifat dewasa dan kaku? tidak ah.
Saya masih menganggap comment dari Anggie itu benar, walau beberapa teman saya tidak setuju mengenai hal itu *karena melihat saya*. Memang si, tidak hanya bisa menilai karakteristik orang hanya dari tulisan di blog. Tetapi, bukankah yang namanya menulis itu mengeluarkan apa yang dipikirkan ya? dan gaya penulisan juga pasti sedikit banyak dipengaruhi oleh karakter orang tersebut pula kan? ya, sekedar membela teman-teman saya yang berpendapat demikian, mungkin mereka berbicara seperti itu karena telah lama mengenal saya dan mereka sangat jarang untuk membaca blog saya ini. Jadi sekalinya baca, mereka terkaget-kaget bahasa dan gaya penulisan saya seperti ini. hahaha..
Intinya, saya mau bilang sama teman-teman saya itu, yang kalian baca di blog ini, ya inilah presyl yang kalian kenal. Sama saja koq. Terkadang kan apa yang ada di pikiran langsung diucapkan, dan apa yang ada di pikiran langsung dituliskan itu berbeda. Karena blog itu bisa dibaca kalangan luas, makanya sedikit menyaring setiap kata-kata yang ingin dituliskan. Jadi jangan berpikiran bahwa saya ini berpura-pura ya ketika menuliskan suatu cerita. Saya tidak seperti itu.
****
Oh iya, sekarang bertepatan dengan Sumpah Pemuda ya? Ayo, junjung lagi 3 isi dari sumpah pemuda tersebut. Apalagi yang ketiga : “kami putra putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia“
Nah, jadi biasakan berbahasa Indonesia yang benar ya, minimal jangan sampai tulisan seperti : “Ich, mXdNa k4mu 4Pa ciii??? Ga9 sUk4 d3ch..” (ih, maksudnya kamu apa si? ga suka deh). Bisa nangis para pejuang kita kalau tahu bahasa Indonesia yang nge-trend sekarang huruf bercampur dengan angka. Eh, no offense ya.. ;p
Posted in Cerita Diri, Cerita Mereka | Tagged bahasa, blog, Comment, karakter, sumpah pemuda | 26 Comments »